Pertama kali saya berkenalan dengannya sekitar 15 tahun yang lalu. Ya, waktu itu saya adalah seorang anak perempuan yang imut dan lugu. Awalnya saya tertarik padanya karena keindahannya, karena perasaan yang ditimbulkannya, yang muncul dalam hati saya yang polos. Setelah 15 tahun mengenalnya, menjalin kisah kasih masa remaja yang penuh airmata dan derai tawa bahagia, kini ia telah menjadi bagian dalam hidup saya. Sulit untuk jauh darinya, meskipun terkadang kami berjauhan, namun berkali-kali saya akan kembali lagi padanya.
***
Prolog yang romantis. Seharusnya ditulis diatas kertas berpola bunga-bunga. Tapi tunggu, sebenarnya siapa yang saya bicarakan???
Jawabannya: komik. Ya, saya membicarakan komik. Kali ini saya ingin membicarakan hubungan saya dengan benda bernama komik.
Benda satu ini memang sudah lama menjadi bagian hidup saya, dan seperti saya katakan tadi, sulit untuk memisahkannya dari kehidupan saya. Karena memang sudah telanjur suka sih, jadi saya memang selalu menikmati membaca komik.
MASALAHNYA, saat ini saya kan seorang mahasiswa arsitektur yang GAYA dan (seharusnya) BERSELERA TINGGI. masak, bacaannya komik. Sudah begitu, yang dibaca komik ’serial cantik’ pula. Haaaaaah… nggak level dong ah.
Tapi jangan salah, saya juga menikmati lho membaca majalah dan buku-buku arsitektural, juga novel-novel sastra dan kadang esai-esai berat (meskipun tetap lebih suka membaca majalah-majalah gaya hidup dan fesyen, HOHOHOHOHO…)
Tapi yang namanya suka, mau diapain pun tetap suka, kan. Jadi selama saya masih suka, saya masih akan terus kembali lagi membaca komik. Tapi, sepertinya kegiatan satu ini harus dibatasi, karena terbukti setelah membaca 19 buah komik dalam waktu 3 hari berturut-turut, bisa mempengaruhi kestabilan emosi (saya jadi kangen sekali dengan pacar saya…hiks)
saya suka sekali komik-komik karya Kyoko Hikawa, Yuki Suetsugu dan Usami Maki, dan sangat menyukai ‘Lovely Complex’ karya Aya Nakahara. Saat ini saya sedang baca ‘Goong’ karya Park So Hee.