Mengejar Natalie Portman
March 26th, 2008 by gheinsideSeorang laki-laki bertanya pada temannya, seorang perempuan.
Laki-laki:
Ada dua orang perempuan yang suka sama gue. Yang satu cantik, tapi
bukan orang yang akan diidentifikasikan dengan kata pintar. Yang
satunya lagi, smart dan berwawasan luas, tapi bukan orang dengan penampilan fisik seperti mbak-mbak model majalah fashion. Menurut lo gue pilih yang mana??
Perempuan: Menurut gue sih, lo harusnya pilih yang smart dan berwawasan luas, dengan fisik yang nggak kalah dari Giselle Bundchen.
Asik kan? Lagipula, lo butuh dua-duanya lagi. Otak yang brilian dan
kepribadian yang nggak basi, untuk memenuhi kebutuhan lo akan hidup
yang berkualitas. Sedangkan fisik seorang supermodel, dibutuhkan supaya
at least rasa penasaran lo untuk pacaran dengan perempuan
sekaliber supermodel bisa terpenuhi, manfaat lainnya adalah supaya lo
nggak cepet bosen sama perempuan itu.
Laki-laki: Wah, gue suka ide itu. Tapi ada beberapa masalah nih kayaknya.
1. tidak ada orang yang sempurna
2. kalaupun ada, supermodels are definitely way out of my league
3. manusia emang pada dasarnya bosenan lagi, jadi meskipun pacaran dengan perempuan secantik dan se-slender supermodel, tetap aja akan ada kebosanan juga.
Perempuan: Oh, kalo itu mah gampang pemecahannya.
1. memang benar, nggak ada orang yang sempurna, tapi kalau kriteriamu cuma itu aja (smart+cantik), masih ada kok orang-orang seperti itu, Natalie Portman contohnya, dia super cantik, badannya bagus dan dia juga smart. Tentunya Natalie Portman bukan orang sempurna, pasti dia punya kekurangan, tapi dia juga punya kelebihan dan kebetulan itu match dengan apa yang lo cari.
2.
kata siapa lo ga bisa dapet supermodel? itu cuma di pikiran lo aja
lagi. Ga susah-susah amat kok. Susah memang kalo dia bahkan nggak tau
lo ada. Tapi begitu kalian saling kenal, kemungkinan itu akan berlipat
kali lebih besar. Kita ambil contoh kasus Natalie Portman, cara lo
meningkatkan peluang lo untuk menjadikan dia pacar lo adalah:
i. belajar bahasa inggris (dibutuhkan untuk bisa mengobrol dengan intensif)
ii. pindah ke amerika, ke wherever it is dia tinggal
iii. masuk ke lingkungannya, misalnya makan di restoran tempat dia makan, pergi ke klub tempat dia hangout, belanja di tempat dia belanja
iv. berkenalan (caranya sangat banyak)
v. mengobrol dengan intensif;
dengan cara seperti ini peluang lo untuk menjadikannya pacar jadi sangat tinggi.
3.
gue juga setuju bahwa manusia itu pada dasarnya bosenan, tapi kalo lo
punya pacar seorang Natalie Portman, kemungkinan besar rasa bosan itu
akan lebih lama datangnya, dibanding kalo lo pacaran sama mbak-mbak
nggak jelas yang lo temuin di pinggir jalan misalnya.
Laki-laki: hmmm… gitu ya… (mulai tertarik pada konsep gagasan perempuan)
Perempuan: ya, begitulah.
Perempuan lagi: tapi menurut gue, it’s not about finding the smartest or the most beautiful person, lagi. Memang sih itu pilihan lo, tapi buat gue sih, it’s about finding someone who fits you.
orang yang cocok. orang yang lo bisa hidup bersamanya. Nggak cuma
‘ingin’, tapi ‘bisa’. Kalo cuma ‘ingin’ sih, gue juga inginnya hidup
dengan Brad Pitt atau Orlando Bloom.
Tapi belum tentu gue bisa hidup dengan mereka. Cara hidup lo dengan dia
harus cocok, atau setidaknya lo dan dia bisa saling memahami cara hidup
satu sama lain. Kalo sudah ada pemahaman, tentunya kalian juga akan
bisa lebih bijak menyikapi perbedaan. Kalau perbedaan bisa disikapi,
pertengkaran dan stres jadi bisa diminimalisir. Jadi hubungannya bisa
lebih langgeng deh.
Laki-laki: hmmm… bener juga lo.
Laki-laki lagi: sip deh, gue ngerti sekarang. Jadi gue akan mencari orang yang gue bisa hidup bersamanya, dengan otak yang smart dan fisik yang sekaliber supermodel!
Perempuan: good luck deh.